H O R A S
== HAMORAON, HAGABEON, DOHOT HASANGAPON, I DO NGOLU ! ==Tarombo si Raja Batak (silsilah garis keturunan suku bangsa Batak) dimulai dari seorang individu bernama Raja Batak. Si Raja Batak berdiam di lereng Pusuk Buhit, Sianjur Mulamula, namanya. Sehingga wilayah/lereng Pusuk Buhit dapat dikatakan sebagai daerah asal-muasal suku bangsa Indonesia, Batak, yang kemudian menyebar ke berbagai pelosok, baik Indonesia maupun dunia. Si Raja Batak mempunyai 2 (dua) orang putera, yaitu:
Raja BiakbiakRaja Biakbiak adalah putera sulung Guru Tatea Bulan.Raja Biakbiak atau juga disebut dengan Raja Uti tidaklah mempunyai keturunan.Saribu RajaSaribu Raja adalah putera kedua Guru Tatea Bulan.Saribu Raja mempunyai 2 (dua) orang putera yang dilahirkan oleh 2 (dua) isteri. Isteri pertama Saribu Raja adalah Siboru Pareme yang melahirkan Raja Lontung dan isteri kedua Saribu Raja adalah Nai Mangiring Laut yang melahirkan Raja Borbor. Siregar itu terdiri dari 4 (empat) bersaudara, yaitu Silo, Dongoran, Silali dan Siagian. Siregar termasuk dalam salah satu komponen yang disebut Lontung. Raja Lontung adalah merupakan nenek moyang dari 9 marga besar Suku Batak. Sering disebut Lontung Sisia Sada Ina. Artinya Lontung bersembilan yang punya ibu satu. Raja Lontung empunyai 7 anak dan 2 boru yang dianggap sebagai anak. Sinaga, lalu Situmorang (masih diperdebatkan, siapa putra pertama apakah Sinaga atau Situmorang), Pandiangan, Nainggolan, Simatupang, Siregar, Aritonang, dan dua boru yang dianggap sebagai anak yaitu Sihombing, dan Simamora. Raja Lontung mempunyai 7 (tujuh) orang putera, yaitu: 1. Sinaga, menurunkan marga Sinaga dan cabang-cabangnya 2. Situmorang, menurunkan marga Situmorang dan cabang-cabangnya 3. Pandiangan, menurunkan Perhutala dan Raja Sonang dan cabang-cabangnya 4. Nainggolan, menurunkan marga Nainggolan dan cabang-cabangnya : Hutabalian, Lumbanraja, Lumbantungkup 5. Simatupang, menurunkan marga Togatorop, Sianturi dan Siburian 6. Aritonang, menurunkan marga Ompu Sunggu, Rajagukguk, dan Simaremare 7. Siregar, menurunkan marga Siregar dan cabang-cabangnya 'Lontung''' adalah nama sebuah desa di Pulau Samosir, terletak di seberang kota Parapat. Nama Lontung terkait erat dengan Si Raja Lontung, yang merupakan nenek moyang dari 9 marga batak. Di sana ada 7 marga induk. Tetapi ada 2 marga dari pihak ipar (Sihombing dan Simamora) yang dalam santun ala Lontung harus disebut seolah segaris keturunan berdasarkan pola patriarchat. Toga Siregar mempunyai 4 anak dari dua istri (boru Limbong), Silo, Dongoran, Silali, dan Siagian. Dari keempat anak ini melahirkan marga-marga Siregar : 1. Silo 2. Dongoran 3. Silali 4. Siagian SIREGAR salak,pahu,sigurda mereka sebetulnya bermarga SIREGAR DONGORAN dikarenakan marga SIREGAR DONGORAN tinggal ditempat \ daerahnya bernama Salak,Pahu, dan Sigurda sangat terkenal maka terjadilah yang bermarga SIREGAR DONGORAN dipanggal SIREGAR salak,SIREGAR pahu,SIREGAR sigurda.TOGA / RAJA SIREGAR HANYA MEMILIKI 4 PUTRA yaitu yang telah disebutkan diatas :1.SILO,2.DONGORAN,3.SILALI,4.SIAGIAN. diluar nama dari 4 putra TOGA/RAJA SIREGAR bukanlah nama yang dberikan oleh TOGA / RAJA SIREGAR melainkan nama sebutan bagi SIREGAR DONGORAN. Untuk mengenal klan siregar ini, tepatlah diceritakan kembali pahit getirnya perjalanan panjang yang dialami oleh marga siregar sejak di Banuaraja Lontung, migrasi ke Aek Nalas (Sigumpar), migrasi ke Muara, migrasi ke Pea Tolong dan Baringin, migrasi ke Pinarung/Pangaribuan, migrasi ke Habinsaran, migrasi ke Rura Silindung, migrasi ke Rura Pahae, migrasi ke Sipirok hingga ke Minangkabau (lihat perjalanan sejarah "Siregar Sirintis Dalan" tulisan terdahulu). Rohahon : [SILO] = Silogologo, nama sej burung elang, nama sej kuda. [SILALI] = Lali, sej burung elang Onggang, burung enggang Keturunan Siregar Silo (Silima Lombu) menyebaerang ke Pulau Nias, disana menjadi marga ZEGA. (mungkin penyebutan ini akibat perbedaan dialek di Toba dengan di Nias, SIREGAR disebut dengan ZEGA) | |
Sabtu, 04 Februari 2012
Langganan:
Komentar (Atom)


